Jumat, 29 April 2011

ASEAN REGIONAL FORUM (ARF)


ASEAN REGIONAL FORUM (ARF)
Apakah ASEAN Regional Forum (ARF) itu?
ASEAN Regional Forum (ARF) merupakan suatu forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 sebagai suatu wahana bagi dialog dan konsultasi mengenai hal-halyang terkait dengan politik dan keamanan di kawasan, serta untuk membahas dan menyamakan pandangan antara negara-negara peserta ARF untuk memperkecil ancaman terhadap stabilitas dan keamanan kawasan. Dalam kaitan tersebut, ASEAN merupakan penggerak utama dalam ARF.
ARF merupakan satu-satunya forum di level pemerintahan yang dihadiri oleh seluruh negara-negara kuat di kawasan Asia Pasifik dan kawasan lain seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat China, Jepang, Rusia dan Uni Eropa (UE).
ARF menyepakati bawa konsep keamanan menyeluruh (comprehensive security) tidak hanya mencakup aspek-aspek militer dan isu keamanan tradisional namun juga terkait dengan aspek politik, ekonomi, sosial dan isu lainnya seperti isu keamanan nontradisional.
Siapa saja negara-negara peserta ARF?
Sampai dengan Pertemuan Tingkat Menteri Ke-12 ARF, peserta ARF berjumlah 25 negara yang terdiri atas seluruh negara anggota ASEAN (Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina), 10 negara Mitra Wicara ASEAN (Amerika Serikat, Kanada, China, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Selandia Baru, dan Uni Eropa) serta negara di kawasan seperti Papua Nugini, Mongolia, Korea Utara, Pakistan dan Timor-Leste. Sementara Bangladesh direncanakan akan menjadi peserta pada PTM ke-13 ARF yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada bulan Juli 2006.
Bagaimanakah prosedur keikutsertaan ARF?
Setiap aplikasi baru harus diserahkan kepada Chairman ARF. Suatu negara akan diterima menjadi peserta ARF hanya apabila ia memiliki peranan penting bagi pemeliharaan keamanan dan perdamaian di kawasan.
Negara yang mengajukan aplikasi dan akan menjadi negara peserta ARF harus memiliki kriteria sebagai berikut:- Memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan negara peserta ARF lainnya dalam rangka mewujudkan tujuan utama ARF dan memiliki komitmen untuk mematuhi dan menghargai sepenuhnya berbagai keputusan dan rekomendasiyang tertuang dalam berabagai peryataan ARF (ARF Statements). - Negara aplikan akan diterima apabila ia dapat menunjukkan bahwa dirinya
memiliki peranan dalam penciptaan keamanan dan perdamaian di kawasan melalui berbagai aktivitas ARF.- Upaya untuk memperluas partisipasi negara-negara dalam ARF harus dilaksanakan secara bertahap untuk menjamin tingkat partisipasi yang dapat diatur serta tidak mengganggu efektivitas ARF.- Setiap aplikasi partisipasi harus diserahkan kepada Chairman ARF yang akan mengkonsultasikannya dengan negara peserta ARF lainnya.


Apakah tujuan-tujuan ARF? Sebagai suatu wahana utama dalam mewujudkan tujuan ASEAN dalam menciptakan dan menjaga stabilitas serta keharmonisan kawasan, ARF menetapkan dua tujuan utama yang terdiri atas:
1. Mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama, dan
2. Memberikan kontribusi positif dalam berbagai upaya untuk mewujdkan confidence building dan preventive diplomacy di kawasan Asia Pasifik.
Dalam Pertemuan Tingkat Meneri ke-27 ASEAN tahun 1994, para Menteri Luar Negeri menyetujui “ARF could become an effective consultative Asia-Pacific Forum for promoting open dialogue on political and security cooperation in the region. In this context, ASEAN should work with its ARF partners to bring about a more predictable and constructive pattern of relations in the Asia Pacific.”
Meskipun ARF masih relatif baru, namun ia telah menjadi kontributor yang berharga bagi pemeliharaan harmoni dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Kinerja ARF dilengkapi oleh aktivitas Track 2 yang dilakukan oleh entitas non-pemerintah dalam lingkup ARF.
Metode dan Pendekatan
Partisipasi dan kerjasama yang aktif, penuh serta seimbang merupakan syarat mutlak bagi semua partisipan ARF, dengan ASEAN tetap merupakan penggerak utama bagi ARF.
Proses ARF berjalan dalam suatu kecapatan “at the pace comfortable to all” bagi semua peserta ARF, dengan mempertimbangkan sensitivitas terhadap berbagai isu terkaitdengan peserta tertentu.
Pendekatan yang dianut oleh ARF bersifat evolusioner dan berlangsung dalam tiga tahap besar, yaitu Confidence Building, Preventive Diplomacy dan Conflict Resolution.
Keputusan ARF harus diambil melalui suatu konsensus setelah melalui konsultasi yang mendalam antar para peserta ARF.
Bagaimana ARF beroperasi?
Semenjak pendirianya di Bangkok pada bulan Juli 1994, ARF telah mengalami suatu proses evolusi yang terdiri atas:
- pemajuan peningkatan kepercayaan antar negara peserta; - pengembangan diplomasi pencegahan; dan - elaborasi mengenai pendekatan untuk pencegahan konflik.
Pendekatan tersebut telah memungkinkan para peserta ARF untuk menghadapi secara konstruktif berbagai isu politik dan keamanan yang dihadapi oleh kawasan, termasuk isu-isu baru yang muncul sebagai akibat globalisasi.


Apakah lingkup kerja ARF?
Untuk memastikan stabilitas yang lebih luas dan lebih terdata di kawasan, para peserta ARF secara ekstensif membicarakan bukan hanya isu-isu kawasan, namun juga isu internasional yang memiliki kepentingan bagi kawasan.
ARF membicarakan antara lain situasi politik dan keamanan umum kawasan seperti isu proliferasi nuklir, Semenanjung Korea, penyebaran senjata genggam dan senjata ringan, pertahanan peluru kendali, dan keamanan maritim. ARF juga membahas mengenai berbagai isu non-tradisional termasuk terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya seperti perdagangan ilegal obat-obat terlarang dan narkotika, perdagangan ilegal manusia, penyelundupan dan isu-isu non-konvensional lainnya seperti penanggulangan bencana, penyakit menular dan sebagainya.
Bagaimanakah ARF menerapkan gagasan-gagasan dan usulan-usulan?
Dalam rangka membantu ketua SOM ARF dalam mempertimbangkan dan membuat rekomendasi bagi ARF untuk mengimplementasikan berbagai proposal dan usulan yang disetujui oleh para pesertanya, ARF menyelenggarakan:a. Inter-Sessional Support Group (ISG) on Confidence Building Measures and Preventive Diplomacy (CBM and PD) yang pada khususnya membahas mengenai pemahaman terhadap keamanan kawasan serta menerbitkan makalah kebijakan pertahanan dan keamanan ARF secara komprehensif. ISG CBM PD ini diselenggarakan dua kali dalam satu tahun inter-sesi, yaitu antara bulan Juli tahun berjalan dan bulan Juli tahun kalender berikutnya, atau di antara dua Pertemuan Tingkat Menteri.b. Inter-Sessional Meeting (ISM) dalam berbagai bidang kerjasama seperti ISM on Disaster Relief (ISM DR) dan ISM on Counter Terrorism and Transnational Crime (ISM on CTTC). Pertemuan-pertemuan ISM diselenggarakan satu kali selama satu tahun inter sesi.
Kedua aktibitas tersebut diselenggarakan dengan diketuai bersama oleh salah satu negara anggota ASEAN dan negara peserta non-ASEAN.
Bagaimanakah ARF dapat memberikan keuntungan bagi negara-negara dan penduduk di kawasan?
Sebagai suatu forum dialog, ARF memiliki peran instrumental bagi penciptaan dan pengembangan transparansi, peningkatan kepercayaan dan pengertian sehingga dapat menghindarkan atau mengurangi rasa saling curiga dan salah pengertian antara negara peserta. Hal ini akan semakin meningkatkan perdamaian, keamanan dan stabilitas nasional.
Penguatan perdamaian dan keamanan kawasan akan memberikan lingkungan yang kondusif yang esensial bagi suksesnya pembangunan nasional di masing-masing negara peserta. Hal ini pada akhirnya akan mendorong peningkatan masyarakat di kawasan.
Dalam fase CBM and PD saat ini, ARF dapat memainkan peran penting bagi pencegahan munculnya konflik dan meningkatnya situasi konflik. ARF juga dapat memainkan peran untuk menghindari penggunaan kekuatan dan ancaman penggunaan


kekerasan. Di masa mendatang, ARF juga diarahkan untuk menjadi sarana bagi penyelesaian konflik.
Dengan demikian, ARF dapat menjadi wahana utama untuk meningkatkan suatu budaya dialog, pengertian dan tolerasni dengan cara damai.
Apakah Kepentingan Indonesia dalam ARF?
Melalui ARF, Indonesia dapat: - Mengembangkan profil internasionalnya melalui peran dan kepemimpinannya
dalam ASEAN sebagai penggerak utama dalam ARF. - Menetapkan agenda dialog dan konsultasi ARF dengan pandangan untukmenjaga dan mengembangkan kepentingan nasionalnya di berbagai isu penting politik dan keamanan.
- Mengarahkan diskusi untuk menjaga kepentingannya melalui antara lain mencegah pembahasan isu-isu sensitif bagi kepentingan nasional.- Menggalang dukungan dari para peserta ARF bagi keutuhan dan kedaulatan teritorialnya.
- Mendorong komitmen kawasan untuk mengembangkan kerjasama di berabgai isu yang menjadi perhatian bersama seperti perang melawan terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya.
- Memajukan budaya damai, toleransi, dan dialog antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jumat, 29 April 2011

ASEAN REGIONAL FORUM (ARF)


ASEAN REGIONAL FORUM (ARF)
Apakah ASEAN Regional Forum (ARF) itu?
ASEAN Regional Forum (ARF) merupakan suatu forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 sebagai suatu wahana bagi dialog dan konsultasi mengenai hal-halyang terkait dengan politik dan keamanan di kawasan, serta untuk membahas dan menyamakan pandangan antara negara-negara peserta ARF untuk memperkecil ancaman terhadap stabilitas dan keamanan kawasan. Dalam kaitan tersebut, ASEAN merupakan penggerak utama dalam ARF.
ARF merupakan satu-satunya forum di level pemerintahan yang dihadiri oleh seluruh negara-negara kuat di kawasan Asia Pasifik dan kawasan lain seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat China, Jepang, Rusia dan Uni Eropa (UE).
ARF menyepakati bawa konsep keamanan menyeluruh (comprehensive security) tidak hanya mencakup aspek-aspek militer dan isu keamanan tradisional namun juga terkait dengan aspek politik, ekonomi, sosial dan isu lainnya seperti isu keamanan nontradisional.
Siapa saja negara-negara peserta ARF?
Sampai dengan Pertemuan Tingkat Menteri Ke-12 ARF, peserta ARF berjumlah 25 negara yang terdiri atas seluruh negara anggota ASEAN (Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina), 10 negara Mitra Wicara ASEAN (Amerika Serikat, Kanada, China, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Selandia Baru, dan Uni Eropa) serta negara di kawasan seperti Papua Nugini, Mongolia, Korea Utara, Pakistan dan Timor-Leste. Sementara Bangladesh direncanakan akan menjadi peserta pada PTM ke-13 ARF yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada bulan Juli 2006.
Bagaimanakah prosedur keikutsertaan ARF?
Setiap aplikasi baru harus diserahkan kepada Chairman ARF. Suatu negara akan diterima menjadi peserta ARF hanya apabila ia memiliki peranan penting bagi pemeliharaan keamanan dan perdamaian di kawasan.
Negara yang mengajukan aplikasi dan akan menjadi negara peserta ARF harus memiliki kriteria sebagai berikut:- Memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan negara peserta ARF lainnya dalam rangka mewujudkan tujuan utama ARF dan memiliki komitmen untuk mematuhi dan menghargai sepenuhnya berbagai keputusan dan rekomendasiyang tertuang dalam berabagai peryataan ARF (ARF Statements). - Negara aplikan akan diterima apabila ia dapat menunjukkan bahwa dirinya
memiliki peranan dalam penciptaan keamanan dan perdamaian di kawasan melalui berbagai aktivitas ARF.- Upaya untuk memperluas partisipasi negara-negara dalam ARF harus dilaksanakan secara bertahap untuk menjamin tingkat partisipasi yang dapat diatur serta tidak mengganggu efektivitas ARF.- Setiap aplikasi partisipasi harus diserahkan kepada Chairman ARF yang akan mengkonsultasikannya dengan negara peserta ARF lainnya.


Apakah tujuan-tujuan ARF? Sebagai suatu wahana utama dalam mewujudkan tujuan ASEAN dalam menciptakan dan menjaga stabilitas serta keharmonisan kawasan, ARF menetapkan dua tujuan utama yang terdiri atas:
1. Mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama, dan
2. Memberikan kontribusi positif dalam berbagai upaya untuk mewujdkan confidence building dan preventive diplomacy di kawasan Asia Pasifik.
Dalam Pertemuan Tingkat Meneri ke-27 ASEAN tahun 1994, para Menteri Luar Negeri menyetujui “ARF could become an effective consultative Asia-Pacific Forum for promoting open dialogue on political and security cooperation in the region. In this context, ASEAN should work with its ARF partners to bring about a more predictable and constructive pattern of relations in the Asia Pacific.”
Meskipun ARF masih relatif baru, namun ia telah menjadi kontributor yang berharga bagi pemeliharaan harmoni dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Kinerja ARF dilengkapi oleh aktivitas Track 2 yang dilakukan oleh entitas non-pemerintah dalam lingkup ARF.
Metode dan Pendekatan
Partisipasi dan kerjasama yang aktif, penuh serta seimbang merupakan syarat mutlak bagi semua partisipan ARF, dengan ASEAN tetap merupakan penggerak utama bagi ARF.
Proses ARF berjalan dalam suatu kecapatan “at the pace comfortable to all” bagi semua peserta ARF, dengan mempertimbangkan sensitivitas terhadap berbagai isu terkaitdengan peserta tertentu.
Pendekatan yang dianut oleh ARF bersifat evolusioner dan berlangsung dalam tiga tahap besar, yaitu Confidence Building, Preventive Diplomacy dan Conflict Resolution.
Keputusan ARF harus diambil melalui suatu konsensus setelah melalui konsultasi yang mendalam antar para peserta ARF.
Bagaimana ARF beroperasi?
Semenjak pendirianya di Bangkok pada bulan Juli 1994, ARF telah mengalami suatu proses evolusi yang terdiri atas:
- pemajuan peningkatan kepercayaan antar negara peserta; - pengembangan diplomasi pencegahan; dan - elaborasi mengenai pendekatan untuk pencegahan konflik.
Pendekatan tersebut telah memungkinkan para peserta ARF untuk menghadapi secara konstruktif berbagai isu politik dan keamanan yang dihadapi oleh kawasan, termasuk isu-isu baru yang muncul sebagai akibat globalisasi.


Apakah lingkup kerja ARF?
Untuk memastikan stabilitas yang lebih luas dan lebih terdata di kawasan, para peserta ARF secara ekstensif membicarakan bukan hanya isu-isu kawasan, namun juga isu internasional yang memiliki kepentingan bagi kawasan.
ARF membicarakan antara lain situasi politik dan keamanan umum kawasan seperti isu proliferasi nuklir, Semenanjung Korea, penyebaran senjata genggam dan senjata ringan, pertahanan peluru kendali, dan keamanan maritim. ARF juga membahas mengenai berbagai isu non-tradisional termasuk terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya seperti perdagangan ilegal obat-obat terlarang dan narkotika, perdagangan ilegal manusia, penyelundupan dan isu-isu non-konvensional lainnya seperti penanggulangan bencana, penyakit menular dan sebagainya.
Bagaimanakah ARF menerapkan gagasan-gagasan dan usulan-usulan?
Dalam rangka membantu ketua SOM ARF dalam mempertimbangkan dan membuat rekomendasi bagi ARF untuk mengimplementasikan berbagai proposal dan usulan yang disetujui oleh para pesertanya, ARF menyelenggarakan:a. Inter-Sessional Support Group (ISG) on Confidence Building Measures and Preventive Diplomacy (CBM and PD) yang pada khususnya membahas mengenai pemahaman terhadap keamanan kawasan serta menerbitkan makalah kebijakan pertahanan dan keamanan ARF secara komprehensif. ISG CBM PD ini diselenggarakan dua kali dalam satu tahun inter-sesi, yaitu antara bulan Juli tahun berjalan dan bulan Juli tahun kalender berikutnya, atau di antara dua Pertemuan Tingkat Menteri.b. Inter-Sessional Meeting (ISM) dalam berbagai bidang kerjasama seperti ISM on Disaster Relief (ISM DR) dan ISM on Counter Terrorism and Transnational Crime (ISM on CTTC). Pertemuan-pertemuan ISM diselenggarakan satu kali selama satu tahun inter sesi.
Kedua aktibitas tersebut diselenggarakan dengan diketuai bersama oleh salah satu negara anggota ASEAN dan negara peserta non-ASEAN.
Bagaimanakah ARF dapat memberikan keuntungan bagi negara-negara dan penduduk di kawasan?
Sebagai suatu forum dialog, ARF memiliki peran instrumental bagi penciptaan dan pengembangan transparansi, peningkatan kepercayaan dan pengertian sehingga dapat menghindarkan atau mengurangi rasa saling curiga dan salah pengertian antara negara peserta. Hal ini akan semakin meningkatkan perdamaian, keamanan dan stabilitas nasional.
Penguatan perdamaian dan keamanan kawasan akan memberikan lingkungan yang kondusif yang esensial bagi suksesnya pembangunan nasional di masing-masing negara peserta. Hal ini pada akhirnya akan mendorong peningkatan masyarakat di kawasan.
Dalam fase CBM and PD saat ini, ARF dapat memainkan peran penting bagi pencegahan munculnya konflik dan meningkatnya situasi konflik. ARF juga dapat memainkan peran untuk menghindari penggunaan kekuatan dan ancaman penggunaan


kekerasan. Di masa mendatang, ARF juga diarahkan untuk menjadi sarana bagi penyelesaian konflik.
Dengan demikian, ARF dapat menjadi wahana utama untuk meningkatkan suatu budaya dialog, pengertian dan tolerasni dengan cara damai.
Apakah Kepentingan Indonesia dalam ARF?
Melalui ARF, Indonesia dapat: - Mengembangkan profil internasionalnya melalui peran dan kepemimpinannya
dalam ASEAN sebagai penggerak utama dalam ARF. - Menetapkan agenda dialog dan konsultasi ARF dengan pandangan untukmenjaga dan mengembangkan kepentingan nasionalnya di berbagai isu penting politik dan keamanan.
- Mengarahkan diskusi untuk menjaga kepentingannya melalui antara lain mencegah pembahasan isu-isu sensitif bagi kepentingan nasional.- Menggalang dukungan dari para peserta ARF bagi keutuhan dan kedaulatan teritorialnya.
- Mendorong komitmen kawasan untuk mengembangkan kerjasama di berabgai isu yang menjadi perhatian bersama seperti perang melawan terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya.
- Memajukan budaya damai, toleransi, dan dialog antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms