Kamis, 21 April 2011

Marxisme, ILMU DAN AMALNYA

Dalam tiga dekade masa kekuasaan Suharto bersama orde baru-nya, paham sosialis - komunis beserta segala hal yang bersangkut paut dengannya, benar – benar menjadi “barang haram” di Indonesia. Bahkan untuk kajian ilmiah sekalipun, semuanya harus dipandang dari kaca mata orba, yang menempatkan komunisme sebagahai musuh, sebagai bahaya laten, yang harus dikritisi dengan perasaan curiga. Termasuk didalamnya adalah paham marxisme –cikal bakal komunisme, yang sebenarnya merupakan paham ekonomi sosialis sebagai antitesa dari paham ekonomi liberal yang dikembangkan oleh Adam Smith dan David Ricado.
Tidak mengherankan jika dengan tumbangnya orde baru pada akhir dasawarsa 90-an, penerbitan buku berbau kekiri-kirian, bak tumbuhnya jamur di musim hujan. Salah satunya adalah buku yang diterbitkan oleh TEPLOK Press ini yang merupakan cetakan ke-2 dari buku yang diterbitkan Yayasan Pembaruan pada tahun 1962. Buku yang berjudul MARXISME, ILMU DAN AMALNYA ini sebenarnya materi kuliah dari Njoto, salah seorang tokoh sentral PKI kepada mahasiswa Universitas Indonesia dan Universitas Rakyat pada awal tahun 60-an.
Sebagai materi kuliah, Njoto membahas paham marxisme dari berbagai sudut pandang, yaitu Marxisme sebagai Ilmu, Marxisme sebagai Falsafat Proletariat, Marxisme sebagai paham Ekonomi Sosialis serta dilengkapi pula dengan Sosialisme di Indonesia, tentunya berdasarkan sudut pandang Njoto pada saat dia membuat tulisan ini yaitu pada masa – masa pra gestapu.. Disamping itu, Buku ini juga menyajikan sejarah hidup penulisnya, yaitu sejarah kehidupan Njoto, yang akhirnya menjadi salah satu korban pembunuhan massal yang terjadi antar sesama rakyat Indonesia setelah terjadinya gestapu tahun 1965. Sejarah Njoto ini ditulis salah seorang aktivis PRD.
Sebagai kajian ilmiah, banyak hal cukup mengejutkan khususnya bagi generasi muda yang selama ini tidak pernah mendapat penjelasan yang benar tentang paham marxisme ini. Seperti ita tahu, selama masa orde baru, paham marxisme dan ekonomi sosialis yang diajarkan guru – guru di sekolah, adalah dari pandangan pemerintah orba, sehingga tidak sedikit hal – hal yang sengaja ditutup-tutupi atau bahkan disalah-arahkan atau disesatkan.
Sedikit kutipan dari buku ini mungkin bisa memberi gambaran tentang hal tersebut ; “…………………………………………….perumusan – perumusan seperti “segala sesuatu milik bersama”, atau “sama rasa sama rata” sama sekali tidak menggambarkan persoalan sesungguhnya. Marx dan Engels memberikan perumusan yang sederhana tetapi tepat tentang sosialisme, yaitu : Setiap orang bekerja menurut kesanggupannya, setiap orang menerima menurut hasil kerjanya…………………..”

Info sisipan, bagi yang suka mencari uang di internet. Alamat-alamat berikut layak anda coba.

http://securebux.cn/?r=pakjohn
http://www.ngebux.com/?r=pakjohn
http://klikajadeh.com/?r=PakJohn

0 komentar:

Poskan Komentar

Kamis, 21 April 2011

Marxisme, ILMU DAN AMALNYA

Dalam tiga dekade masa kekuasaan Suharto bersama orde baru-nya, paham sosialis - komunis beserta segala hal yang bersangkut paut dengannya, benar – benar menjadi “barang haram” di Indonesia. Bahkan untuk kajian ilmiah sekalipun, semuanya harus dipandang dari kaca mata orba, yang menempatkan komunisme sebagahai musuh, sebagai bahaya laten, yang harus dikritisi dengan perasaan curiga. Termasuk didalamnya adalah paham marxisme –cikal bakal komunisme, yang sebenarnya merupakan paham ekonomi sosialis sebagai antitesa dari paham ekonomi liberal yang dikembangkan oleh Adam Smith dan David Ricado.
Tidak mengherankan jika dengan tumbangnya orde baru pada akhir dasawarsa 90-an, penerbitan buku berbau kekiri-kirian, bak tumbuhnya jamur di musim hujan. Salah satunya adalah buku yang diterbitkan oleh TEPLOK Press ini yang merupakan cetakan ke-2 dari buku yang diterbitkan Yayasan Pembaruan pada tahun 1962. Buku yang berjudul MARXISME, ILMU DAN AMALNYA ini sebenarnya materi kuliah dari Njoto, salah seorang tokoh sentral PKI kepada mahasiswa Universitas Indonesia dan Universitas Rakyat pada awal tahun 60-an.
Sebagai materi kuliah, Njoto membahas paham marxisme dari berbagai sudut pandang, yaitu Marxisme sebagai Ilmu, Marxisme sebagai Falsafat Proletariat, Marxisme sebagai paham Ekonomi Sosialis serta dilengkapi pula dengan Sosialisme di Indonesia, tentunya berdasarkan sudut pandang Njoto pada saat dia membuat tulisan ini yaitu pada masa – masa pra gestapu.. Disamping itu, Buku ini juga menyajikan sejarah hidup penulisnya, yaitu sejarah kehidupan Njoto, yang akhirnya menjadi salah satu korban pembunuhan massal yang terjadi antar sesama rakyat Indonesia setelah terjadinya gestapu tahun 1965. Sejarah Njoto ini ditulis salah seorang aktivis PRD.
Sebagai kajian ilmiah, banyak hal cukup mengejutkan khususnya bagi generasi muda yang selama ini tidak pernah mendapat penjelasan yang benar tentang paham marxisme ini. Seperti ita tahu, selama masa orde baru, paham marxisme dan ekonomi sosialis yang diajarkan guru – guru di sekolah, adalah dari pandangan pemerintah orba, sehingga tidak sedikit hal – hal yang sengaja ditutup-tutupi atau bahkan disalah-arahkan atau disesatkan.
Sedikit kutipan dari buku ini mungkin bisa memberi gambaran tentang hal tersebut ; “…………………………………………….perumusan – perumusan seperti “segala sesuatu milik bersama”, atau “sama rasa sama rata” sama sekali tidak menggambarkan persoalan sesungguhnya. Marx dan Engels memberikan perumusan yang sederhana tetapi tepat tentang sosialisme, yaitu : Setiap orang bekerja menurut kesanggupannya, setiap orang menerima menurut hasil kerjanya…………………..”

Info sisipan, bagi yang suka mencari uang di internet. Alamat-alamat berikut layak anda coba.

http://securebux.cn/?r=pakjohn
http://www.ngebux.com/?r=pakjohn
http://klikajadeh.com/?r=PakJohn

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms