Senin, 02 Mei 2011

contoh outline



PARADIGMA KONSTRUKTIFISME

I.     Tema
a.      Umum                  :Kepemimpinan
b.     Khusus                 :Politik Lokal dan Kekuasaan

II.  Statement of Purpose:
Kami ingin meneliti tentang Ketokohan Kyai Pondok Pesantren dalam proses pemilihan Kepala Desa di Desa Jabres. Juru Kunci pada dasarnya berhubungan erat dengan kearifan lokal, dimana kegiatan adat selalu dipimpin oleh orang-orang di luar struktur pemerintah yang dipercaya mempunyai kemampuan lebih dalam hal spiritual. Penelitian ini akan dilakukan di Desa jabres Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen pada bulan juni tahun 2007. Sasaran penelitian ini adalah seluruh Masyarakat Desa Jabres dan Kyai Pondok Pesantren sebagai pemimpin nonformal di Desa.
Alasan kami meneliti tentang Ketokohan Kyai Pondok Pesantren dalam suksesi pilkades lebih besar pengaruhnya kepada Masyarakat di Desa Jabres. Tradisi Masyarakat Desa Jabres untuk menghormati Kyai Pondok Pesantren sebagai pemimpin adat secara turun temurun tetap dipegang teguh. Hal itu dilakukan karena masyarakat Desa Jabres percaya bahwa tidak semua orang mampu mengemban tugas sebagai Kyai Pondok Pesantren, sehingga hanya Kyai Pondok Pesantren yang mampu mengembannya.
Karena saya menggunakan paradigma konstruktivisme, maka metode yang akan saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif karena berlangsung dalam situasi alamiah (natural setting).  Menurut Finlay (2006), penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi, mengapa terjadi dan bagaimana terjadinya? Jadi, riset kualitatif adalah berbasis pada konsep “going exploring” yang melibatkan indepth and caseoriented study atas sejumlah kasus atau kasus tunggal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kasus yakni melakukan penelitian terhadap beberapa atau seluruh aspek potensial dari suatu unit atau serangkaian kasus yang terbatas.

III.              Topik
Ketokohan Kyai Pondok Pesantren Nurul Falah dalam Pilkades Tahun 2007,di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.




























DAFTAR PUSTAKA


Kartono, Kartini. 2002. Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal itu?. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Muhamad, imam. 1983. Asas-asas kepemimpinan dalam islam. Usaha nasional surabaya.
Soeharto.1993. pemimpin bangsa masa depan. PT Bina Rena Pariwara.

0 komentar:

Poskan Komentar

Senin, 02 Mei 2011

contoh outline



PARADIGMA KONSTRUKTIFISME

I.     Tema
a.      Umum                  :Kepemimpinan
b.     Khusus                 :Politik Lokal dan Kekuasaan

II.  Statement of Purpose:
Kami ingin meneliti tentang Ketokohan Kyai Pondok Pesantren dalam proses pemilihan Kepala Desa di Desa Jabres. Juru Kunci pada dasarnya berhubungan erat dengan kearifan lokal, dimana kegiatan adat selalu dipimpin oleh orang-orang di luar struktur pemerintah yang dipercaya mempunyai kemampuan lebih dalam hal spiritual. Penelitian ini akan dilakukan di Desa jabres Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen pada bulan juni tahun 2007. Sasaran penelitian ini adalah seluruh Masyarakat Desa Jabres dan Kyai Pondok Pesantren sebagai pemimpin nonformal di Desa.
Alasan kami meneliti tentang Ketokohan Kyai Pondok Pesantren dalam suksesi pilkades lebih besar pengaruhnya kepada Masyarakat di Desa Jabres. Tradisi Masyarakat Desa Jabres untuk menghormati Kyai Pondok Pesantren sebagai pemimpin adat secara turun temurun tetap dipegang teguh. Hal itu dilakukan karena masyarakat Desa Jabres percaya bahwa tidak semua orang mampu mengemban tugas sebagai Kyai Pondok Pesantren, sehingga hanya Kyai Pondok Pesantren yang mampu mengembannya.
Karena saya menggunakan paradigma konstruktivisme, maka metode yang akan saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif karena berlangsung dalam situasi alamiah (natural setting).  Menurut Finlay (2006), penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi, mengapa terjadi dan bagaimana terjadinya? Jadi, riset kualitatif adalah berbasis pada konsep “going exploring” yang melibatkan indepth and caseoriented study atas sejumlah kasus atau kasus tunggal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kasus yakni melakukan penelitian terhadap beberapa atau seluruh aspek potensial dari suatu unit atau serangkaian kasus yang terbatas.

III.              Topik
Ketokohan Kyai Pondok Pesantren Nurul Falah dalam Pilkades Tahun 2007,di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.




























DAFTAR PUSTAKA


Kartono, Kartini. 2002. Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal itu?. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Muhamad, imam. 1983. Asas-asas kepemimpinan dalam islam. Usaha nasional surabaya.
Soeharto.1993. pemimpin bangsa masa depan. PT Bina Rena Pariwara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms