Jumat, 29 April 2011

Proses pemberdayaan respek: terhadap desa


Proses pemberdayaan respek:
Program respek dilaksanakan akhir 2007 dengan kucuran dana sebesar Rp 100 juta ke setiap kampung untuk mendorong percepatan pembangunan kampung. Dana tidak langsung digulirkan. Selama empat bulan, tim mempersiapkan infrastrukturnya berupa persiapan tenaga pendamping kabupaten dan distrik, membuka jaringan Bank Papua ke kampung-kampung untuk menyalurkan dana. Karena Bank Papua yang dipercaya pemerintah untuk menyalurkan dana Respek. Selain itu, dilakukan juga koordinasi antarinstansi teknis tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta memberikan pembekalan bagi para kepala kampung dan lainnya.
Dalam hal pemberian dana, masyarakat ikut dilibatkan. Pemberian Rp 100 juta rupiah dari Pe­merintah Provinsi Pa­pua diberikan kepada ma­sing-masing kampung. Untuk mencegah terjadinya korupsi, ada beberapa prin­sip yang ditetap­kan. Pertama, dari manapun uang itu, ha­rus ma­suk ke satu rekening yaitu reke­ning kampung yang dibuka di Bank Pem­bangunan Papua. Untuk menggunakan da­na ter­se­but, harus dilakukan musya­wa­rah seluruh kampung, bukan musya­wa­rah badan musyawarah. Masyarakat kam­pung du­duk bersama dengan fasili­tator yang disiapkan pemerintah yang menjelaskan kepada masyarakat, bukan memaksa ke­hendak.
Program respek salah satunya adalah pemberdayaan perempuan. Salah satunya adalah di Kab. Jayawijaya. Dalam proesnya perempuan dipilih untuk mendapat pelatihan kepemimpinan dari BPP Papua, yang selanjutnya melalui pendampingan dari Fasilitator Program RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung) Pemprov Papua. Kemudiam menginisisasi pembentukan kelompok ibu-ibu dan merintis Gerakan Sayang Ibu di kampungnya masing-masing. Kelompok ini difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam bentuk pelatihan dan inisiasi usaha ekonomi keluarga melalui aplikasi teknologi tepat pengolahan tepung ubi dan keladi yang banyak diproduksi di Wamena. Dengan pengolahan ini maka ada nilai tambah yang dapat diperoleh bagi usaha kelompok ibu-ibu, selain dapat memperkuat ketahanan pangan karena tepung ubi dan keladi relatif mempunyai daya simpan yang lebih baik di samping dapat diolah menjadi berbagai makanan yang bermanfaat bagi asupan gizi anak-anak Papua.   
Kegiatan respek lain termasuk di dalamnya adalah perbaikan nutrisi dan ma­kanan, perbaikan kesehatan, pendidik­an, perumahan, ekonomi rakyat, per­baik­an infrastruktur kampung termasuk di dalam­nya air bersih, energi dan te­le­komunikasi. Dengan ini diharapkan ketika masya­rakat kampung disiapkan secara baik maka ketika investasi ma­suk, mereka menjadi bagian dari investasi tersebut.
Yang menjadi pertanyaa dalam prosesya bahwa ada program-program pembangunan yang tidak terkait dengan Respek tapi dilaksanakan dengan dana Respek. Seperti pembangunan jalan, jembatan, rumah warga. Batasan program yang bisa menggunakan dana Respek juga kurang jelas. Seharusnya, dana Respek digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif yang mendorong perubahan dan peningkatan pendapatan masyarakat kampung. Dana Respek tahap pertama lebih banyak dihabiskan untuk membiayai infrastruktur.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jumat, 29 April 2011

Proses pemberdayaan respek: terhadap desa


Proses pemberdayaan respek:
Program respek dilaksanakan akhir 2007 dengan kucuran dana sebesar Rp 100 juta ke setiap kampung untuk mendorong percepatan pembangunan kampung. Dana tidak langsung digulirkan. Selama empat bulan, tim mempersiapkan infrastrukturnya berupa persiapan tenaga pendamping kabupaten dan distrik, membuka jaringan Bank Papua ke kampung-kampung untuk menyalurkan dana. Karena Bank Papua yang dipercaya pemerintah untuk menyalurkan dana Respek. Selain itu, dilakukan juga koordinasi antarinstansi teknis tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta memberikan pembekalan bagi para kepala kampung dan lainnya.
Dalam hal pemberian dana, masyarakat ikut dilibatkan. Pemberian Rp 100 juta rupiah dari Pe­merintah Provinsi Pa­pua diberikan kepada ma­sing-masing kampung. Untuk mencegah terjadinya korupsi, ada beberapa prin­sip yang ditetap­kan. Pertama, dari manapun uang itu, ha­rus ma­suk ke satu rekening yaitu reke­ning kampung yang dibuka di Bank Pem­bangunan Papua. Untuk menggunakan da­na ter­se­but, harus dilakukan musya­wa­rah seluruh kampung, bukan musya­wa­rah badan musyawarah. Masyarakat kam­pung du­duk bersama dengan fasili­tator yang disiapkan pemerintah yang menjelaskan kepada masyarakat, bukan memaksa ke­hendak.
Program respek salah satunya adalah pemberdayaan perempuan. Salah satunya adalah di Kab. Jayawijaya. Dalam proesnya perempuan dipilih untuk mendapat pelatihan kepemimpinan dari BPP Papua, yang selanjutnya melalui pendampingan dari Fasilitator Program RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung) Pemprov Papua. Kemudiam menginisisasi pembentukan kelompok ibu-ibu dan merintis Gerakan Sayang Ibu di kampungnya masing-masing. Kelompok ini difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam bentuk pelatihan dan inisiasi usaha ekonomi keluarga melalui aplikasi teknologi tepat pengolahan tepung ubi dan keladi yang banyak diproduksi di Wamena. Dengan pengolahan ini maka ada nilai tambah yang dapat diperoleh bagi usaha kelompok ibu-ibu, selain dapat memperkuat ketahanan pangan karena tepung ubi dan keladi relatif mempunyai daya simpan yang lebih baik di samping dapat diolah menjadi berbagai makanan yang bermanfaat bagi asupan gizi anak-anak Papua.   
Kegiatan respek lain termasuk di dalamnya adalah perbaikan nutrisi dan ma­kanan, perbaikan kesehatan, pendidik­an, perumahan, ekonomi rakyat, per­baik­an infrastruktur kampung termasuk di dalam­nya air bersih, energi dan te­le­komunikasi. Dengan ini diharapkan ketika masya­rakat kampung disiapkan secara baik maka ketika investasi ma­suk, mereka menjadi bagian dari investasi tersebut.
Yang menjadi pertanyaa dalam prosesya bahwa ada program-program pembangunan yang tidak terkait dengan Respek tapi dilaksanakan dengan dana Respek. Seperti pembangunan jalan, jembatan, rumah warga. Batasan program yang bisa menggunakan dana Respek juga kurang jelas. Seharusnya, dana Respek digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif yang mendorong perubahan dan peningkatan pendapatan masyarakat kampung. Dana Respek tahap pertama lebih banyak dihabiskan untuk membiayai infrastruktur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms