Senin, 18 April 2011

TINJAUAN TERHADAP METODE EMPIRISME DAN RASIONALISME

TINJAUAN TERHADAP METODE EMPIRISME DAN RASIONALISME 



 
Abstract: Rasionalism and Empiricism conceptions have so many weaknesses to use as a method to get knowledge. Therefore, it is a much need another method that can be expected to revise those weaknesses. This method is a combination between the Rasionalism conceptions and the Empiricism conceptions. Afterwards, it is known as  scientific method.
 Kata Kunci: Rasionalism, Empirisme and Metode Ilmiah
 Jujun S. Suriasumantri
1
 pernah menjelaskan bahwa metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Metode ini merupakan hasil perkawinan dari pandangan-pandangan dua aliran besar dalam dunia filsafat yang berseberangan yakni Rasionalisme dan Empirisme. 
Dalam tulisan ini, masing-masing aliran tadi hanya akan ditampilkan melalui masing-masing satu orang tokohnya. Meskipun demikian, fokus kepada salah satu tokoh ini diharapkan tetap mampu menampilkan pandanganpandangan aliran-aliran tadi secara komprehensif. Pandangan-pandangan Rasionalisme akan diwakili oleh René Descartes, sementara pandanganpandangan Empirisme akan ditampilkan oleh David Hume. Pemilihan dua tokoh ini karena posisi mereka yang penting dalam aliran masing-masing. 
Descartes adalah seorang filosof yang telah memberikan dasar pijakan yang kuat bagi Rasionalisme
2
 dan ia pun di kemudian hari dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern karena ia adalah orang pertama yang memiliki kapasitas filosofis yang tinggi dan sangat dipengaruhi oleh fisika dan astronomi baru.
3
 Sementara Hume adalah salah satu tokoh paling terkemuka di kalangan filosof. Ini karena kemampuannya untuk mengembangkan filsafat empiris John Locke dan Bishop Berkeley menjadi sebuah konklusi logis, dan pada akhirnya membuatnya menjadi konsisten.
4
  Untuk mempermudah pembahasan tulisan ini, maka ia dipilah-pilah
menjadi beberapa bagian. Awalnya akan dijelaskan Rasionalisme dan Empirisme                                                 

M. Ied Al Munir adalah dosen IAIN Tasya Safiuddin Jambi dan sedang menempuh Pascasarjana Program Studi Ilmu Filsafat Universias Gadjah Mada 
1
 Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 1998, hal. 119-125.
2
 Harun Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat 2,  Yogyakarta, Kanisius, 1980, hal. 18.
3
 Bertrand Russell, History of Western Philosophy and Its Connection with Political and Social Circumstances from the Earliest Times to the Present Day, London, George Allen and Unwin, 1946, hal. 580.
4
 Ibid., hal. 685. dan Y. Masih, A Critical History of Modern Philosophy, Delhi, Motilal Banarsidass, 1988, hal. 173.

0 komentar:

Poskan Komentar

Senin, 18 April 2011

TINJAUAN TERHADAP METODE EMPIRISME DAN RASIONALISME

TINJAUAN TERHADAP METODE EMPIRISME DAN RASIONALISME 



 
Abstract: Rasionalism and Empiricism conceptions have so many weaknesses to use as a method to get knowledge. Therefore, it is a much need another method that can be expected to revise those weaknesses. This method is a combination between the Rasionalism conceptions and the Empiricism conceptions. Afterwards, it is known as  scientific method.
 Kata Kunci: Rasionalism, Empirisme and Metode Ilmiah
 Jujun S. Suriasumantri
1
 pernah menjelaskan bahwa metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Metode ini merupakan hasil perkawinan dari pandangan-pandangan dua aliran besar dalam dunia filsafat yang berseberangan yakni Rasionalisme dan Empirisme. 
Dalam tulisan ini, masing-masing aliran tadi hanya akan ditampilkan melalui masing-masing satu orang tokohnya. Meskipun demikian, fokus kepada salah satu tokoh ini diharapkan tetap mampu menampilkan pandanganpandangan aliran-aliran tadi secara komprehensif. Pandangan-pandangan Rasionalisme akan diwakili oleh René Descartes, sementara pandanganpandangan Empirisme akan ditampilkan oleh David Hume. Pemilihan dua tokoh ini karena posisi mereka yang penting dalam aliran masing-masing. 
Descartes adalah seorang filosof yang telah memberikan dasar pijakan yang kuat bagi Rasionalisme
2
 dan ia pun di kemudian hari dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern karena ia adalah orang pertama yang memiliki kapasitas filosofis yang tinggi dan sangat dipengaruhi oleh fisika dan astronomi baru.
3
 Sementara Hume adalah salah satu tokoh paling terkemuka di kalangan filosof. Ini karena kemampuannya untuk mengembangkan filsafat empiris John Locke dan Bishop Berkeley menjadi sebuah konklusi logis, dan pada akhirnya membuatnya menjadi konsisten.
4
  Untuk mempermudah pembahasan tulisan ini, maka ia dipilah-pilah
menjadi beberapa bagian. Awalnya akan dijelaskan Rasionalisme dan Empirisme                                                 

M. Ied Al Munir adalah dosen IAIN Tasya Safiuddin Jambi dan sedang menempuh Pascasarjana Program Studi Ilmu Filsafat Universias Gadjah Mada 
1
 Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 1998, hal. 119-125.
2
 Harun Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat 2,  Yogyakarta, Kanisius, 1980, hal. 18.
3
 Bertrand Russell, History of Western Philosophy and Its Connection with Political and Social Circumstances from the Earliest Times to the Present Day, London, George Allen and Unwin, 1946, hal. 580.
4
 Ibid., hal. 685. dan Y. Masih, A Critical History of Modern Philosophy, Delhi, Motilal Banarsidass, 1988, hal. 173.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms